Tampilkan postingan dengan label Valentine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Valentine. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Februari 2011

Rayakan Valentine's Day, Meniru Orang kafir..!!

HARI-HARI mendekati perayaan Valentine’s day, di mana-mana terlihat serba pink. Boneka, permen coklat, bunga, dan parfum semakin diobral harganya karena barang-barang ini banyak diburu orang sebagai hadiah Valentine. Mall-mall pun jadi latah, seolah-olah tak mau ketinggalan mempermak tokonya dengan nuansa Valentine. Padahal, tak jarang loh mereka itu adalah kaum muslimin yang seharusnya tahu kalau Valentine itu bukan merupakan budaya Islam. Asal mula Valentine’s day itu sebenarnya adalah dari budaya Pagan (menyembah api). Perayaan ini sebagai penghormatan terhadap dewi cinta, kesuburan dan wanita yang bernama Juno Februata. Orang-orang Romawi mengadakan festival Pagan tempat laki-laki dan perempuan dijodohkan dalam sebuah perayaan erotik dengan menuliskan nama masing-masing di sebuah kotak.

Pergeseran zaman, merubah tradisi nama-nama gadis yang biasanya dimasukkan ke kotak menjadi nama para pendeta. Dari sini kemudian, banyak perbedaan pendapat tentang asal mula Valentine’s day. Salah satu legenda yang paling terkenal yaitu mengaitkan Valentine’s day sebagai sebuah upaya untuk menghormati pendeta yang bernama St. Valentine yang berani menentang Kaisar Claudius II demi membela sepasang pemuda-pemudi yang sedang jatuh cinta. Saat itu adalah masa perang sehingga Kaisar mengeluarkan kebijakan bahwa seharusnya setiap pemuda membela bangsa dan negara di medan perang bukan malah enak-enakan menikah. Pendeta ini dieksekusi mati pada tanggal 14 Februari dan untuk menghormati keberaniannya, maka dia diberi gelar Santa. Hari kematiannya pun diabadikan sebagai peringatan hari Valentine.

Quote :
...sang Pendeta jatuh cinta pada anak perempuan sipir penjara. Setiap menulis surat untuk kekasihnya itu, selalu tercantum ‘Your Valentine’ di akhir surat. Kebiasaan inilah yang kemudian ditiru oleh banyak orang di hari Valentine...

Menurut versi yang lain, Kaisar memenjarakan Pendeta Valentine seumur hidup. Di penjara itulah si Pendeta jatuh cinta pada anak perempuan sipir penjara. Setiap menulis surat untuk kekasihnya itu, selalu tercantum ‘Your Valentine’ di akhir surat. Kebiasaan inilah yang kemudian ditiru oleh banyak orang di hari Valentine khususnya para pemuda di Amerika ketika mereka saling berkirim surat dengan kekasih masing-masing.

Penjelasan di atas jelas bin gambling banget tentang asal-muasal Valentine’s day yang memang merupakan budaya kaum kafir. Masa iya kamu sebagai generasi muslim yang cerdas mau ikut-ikutan aktivitas yang gak jelas manfaatnya itu? Ih…enggak banget!

Bersabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari mereka." (HR. Abu Daud).

Tasyabbuh berarti meniru atau mencontoh, menjalin, mengaitkan diri, dan mengikuti. menyerupai orang-orang kafir dan orang-orang yang menyelisihi Rasulullah SAW dalam hal akidah, ibadah, perayaan/seremonial, hari-hari besar, kebiasaan, ciri-ciri khas, dan akhlak yang merupakan ciri khas bagi mereka. Dalam hal ini, tasyabbuh adalah ikut-ikutan merayakan hari raya atau perayaan yang tidak ada tuntunannya dalam Islam. Apalagi hari Valentine ini jelas-jelas diadakan untuk memperingati matinya pendeta Valentine. Tak ada alasan apa pun deh bagi kamu untuk cari-cari pembelaan supaya bisa ikutan Valentine’s day.

Intinya, jangan mau jadi generasi bebek yang bisanya cuma ikut-ikutan saja. Karena kamu sekarang sudah tahu asal-muasal Valentine’s day ini, maka dengan tegas kamu bisa katakan ‘NO’ bagi siapa pun yang mengajakmu merayakannya. Bahkan sebisa mungkin kamu harus menyadarkan mereka yang masih saja latah ikut-ikutan perayaan kaum kafir ini agar segera kembali ke jalan yang benar. Caranya gimana?

Quote :
...jangan mau jadi generasi bebek yang bisanya cuma ikut-ikutan saja. Karena kamu sekarang sudah tahu asal-muasal Valentine’s day ini, maka dengan tegas kamu bisa katakan ‘NO’ bagi siapa pun yang mengajakmu merayakannya...
readmore »»  

SAY NO TO VALENTINE DAY’S . . .!!!

JANGAN IKUT - IKUTAN LATAH.

Bulan Februari sepertinya menjadi istimewa bagi sebagian orang. Kalau ada yang nanya, apa istimewanya, jawabannya pasti karena angka 14. Ya, tanggal 14 disebut-sebut sebagai hari Valentine. Sebenarnya apa sih Valentine? Kenapa hampir semua orang sibuk “berkasih sayang” pada hari itu? Kenapa juga ada cokelat, surat cinta, dan ucapan “Be My Valentine?” dari seseorang kepada orang lain yang mungkin dianggap spesial? Apakah memang hal tersebut ada dasarnya? Atau cuma ikut-ikutan dan ngga tau makna sebenarnya? Kalau kamu penasaran, coba simak baik-baik uraian berikut., Sejarah Valentine.
Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya.
Claudius II melihat St.Valentine mengajak manusia kepada agama Nashrani lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya.
Dalam versi kedua, Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya, Valentine.” Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nashrani bersama 46 kerabatnya.
Versi ketiga menyebutkan ketika agama Nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan ” dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini.” Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat “dengan nama tuhan Ibu” dengan kalimat ” dengan nama Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani.
Versi lain mengatakan St.Valentine ditanya tentang Atharid, tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian, dan Jupiter, tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka dia menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya tuhan yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih, oleh karenanya ia dihukum mati. Maha Tinggi Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang dzalim tersebut.
Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri sebenarnya tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).

Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, yang artinya menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil yang disebut cupid (berarti: the desire), yaitu si bayi bersayap putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari dengan dua sayap terbang sambil mengarahkan anak panah ke gambar hati yang sebenarnya itu merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!!

Hukum Valentine.
Tidak selayaknya bagi kita kaum muslimin meniru ritual agama lain yang tidak ada dasarnya dalam Islam. Allah telah menjelaskan dalam Al Qur’an, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabannya” (Al Isra’ : 36). Lalu dalam Al Maidah, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:51)
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga mengingatkan, “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi).valentine1
Kalau Allah dan RasulNya sudah berkata tidak untuk sesuatu, maka haram bagi kita untuk mengikuti sesuatu itu. Jangankan mengikuti, mendekatinya pun tidak boleh. Kalau memberi ucapan selamat? Itu sama aja tidak boleh. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Karena berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.”
Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyatakan dalam fatwanya bahwa merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: Pertama, ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari’at Islam. Kedua, ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.
readmore »»  

potret anak bangsa Merayakan Hari Valentine . . . .!!!

Saat ini banyak ABG muslimah yg terkena penyakit ikut-ikutan dan mengekor pada budaya Barat akibat pengaruh TV dan media massa lainnya. Termasuk pula dalam hal ini perayaan Hari Valentine yg pada dasarnya adl mengenang kembali pendeta St. Valentine.
Keinginan utk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yg diikuti berbeda dgn kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah ibadah syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasululllah SAW. Telah melarang utk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam “Barangsiapa meniru suatu kaum maka ia termasuk dari kaum tersebut”. Bila dalam merayakannya bermaksud utk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yg besar. Ibnul Qayyim berkata “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yg khusus bagi mereka telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram.

Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yg mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yg sesat dan dimurkai namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dgn sukarela.

Ada seorang gadis dan lelaki mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yg memperingatinya. Ini adl suatu kelalaian padahal sekali lagi perayaan ini adlah di luar dari ritual agama Islam.

Hadiah yg diberikan sebagai ungkapan cinta adl sesuatu yg baik namun bila dikaitkan dgn pesta-pesta tradisi Barat akan mengakibatkan terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.

Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yg sepele tetapi lbh mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yg tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.

Alhamdulillah kita mempunyai pengganti yg jauh lbh baik dari itu semua sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Diantaranya bahwa dalam pandangan kita seorang ibu mempunyai kedudukan yg agung kita bisa mempersembahkan ini kepadanya dari waktu ke waktu demikian pula utk ayah saudara suami? dst tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yg dirayakan oleh orang-orang kafir.

Semoga Allah senantiasa menjadikan hidup kita penuh dgn kecintaan dan kasih sayang yg tulus yg menjadi jembatan utk masuk ke dalam sorga yg hamparannya seluas langit dan bumi yg disediakan bagi orang-orang yg bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golonga orang-orang yg disebutkan.
readmore »»