Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Maret 2012

Jogging di Pagi Hari Efektif Bakar Lemak Tubuh

Jogging atau lari di pagi hari merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kebugaran sepanjang hari. Selain itu, olahraga yang tergolong mudah dan murah ini juga efektif untuk membakar lemak tubuh.

Jogging di pagi hari dapat memberikan manfaat psikologis dan fisiologis tambahan, termasuk untuk menurunkan berat badan. Menurut pelatih kekuatan dan binaragawan Tom Venuto, olahraga pertama di pagi hari sangat efektif untuk membakar lemak, seperti dilansir Livestrong, Rabu (20/3/2012). Hal ini karena setelah tidur tubuh dalam keadaan semi puasa dan persediaan karbohidrat habis. Karbohidrat adalah sumber energi untuk tubuh, sehingga ketika persediaannya menipis, tubuh akan membakar jaringan lemak untuk bahan bakar saat berolahraga sebagai gantinya.

Asalkan Anda terus berlari pada intensitas rendah sampai sedang, tubuh akan membakar lemak terutama untuk bahan bakar, sehingga efektif untuk menurunkan berat badan.

Selain itu, ketika tidur metabolisme tubuh melambat sepenuhnya. Lari pagi adalah cara terbaik untuk memulai meningkatkan metabolisme. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa orang yang terbiasa lari di pagi hari memiliki tingkat metabolisme yang lebih baik.

Tak hanya itu, ada beberapa manfaat lain yang diperoleh dengan rajin jogging di pagi hari, yaitu:

1. Mengurangi stres
Banyak pelari sering mengutip satu manfaat dari jogging di pagi hari, yaitu sebagai penghilang stres yang jangka panjang dapat pikiran Anda menjadi lebih santai.

2. Memperbesar otot
Selain membantu menurunkan berat badan, jogging di pagi hari juga dapat meningkatkan komposisi tubuh dan membantu membangun otot.

3. Segar sepanjang hari
Lari pagi juga membuat paru-paru tubuh terisi oleh udara segar melalui pernapasan, sehingga memberikan kehidupan yang lebih sehat untuk sel-sel darah di dalam tubuh. Serta menciptakan koordinasi yang baik antara pikiran dan juga jiwa.

Pikiran yang segar akan membuat suasana hati menjadi lebih baik yang secara otomatis akan memberikan kontribusi terhadap perbaikan kondisi kesehatan. Serta gerakan tubuh yang melibatkan semua otot akan membuat sirkulasi darah menjadi lebih lancar.
readmore »»  

10 Jenis Buah dan Sayur yang Paling Tercemar Pestisida

Beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang paling sering dikonsumsi diketahui mengandung bahan-bahan kimia dari pestisida. Setidaknya ada 10 jenis buah dan sayur yang sering ditemui sehari-hari berbahaya buat tubuh karena paparan pestisidanya. Berikut buah dan sayur yang dianggap oleh Departemen Pertanian serta Badan Administrasi Obat dan Pangan (FDA) Amerika yang tercemar pestisida seperti dilansir dari ivillage, Senin(26/3/2012): 1. Stroberi
Mengapa stroberi berisiko? "Stroberi adalah jenis buah yang tumbuh dekat dengan tanah, tempat dimana serangga hidup," kata Chensheng (Alex) Lu, Ph.D., asisten profesor Biologi paparan lingkungan, Harvard.

Oleh karenanya petani menggunakan pestisida untuk membasmi serangga tersebut. Untuk memperpanjang umur simpan, petani juga menggunakan fungisida, bahkan setelah panen.

Untuk mengurangi bahaya pestisida pada stroberi, belilah stroberi organik. Sebuah studi pada tahun 2008 di Emory University dan University of Washington menemukan bahwa kadar pestisida tertentu turun menjadi tidak terdeteksi dalam urine anak-anak yang beralih ke sayuran dan buah organik.

"Sertifikasi organik menjamin kadar pestisida lebih sedikit dan jumlahnya lebih rendah," kata Anne Riederer, Sc.D., peneliti di Emory.

2. Seledri
Seledri memerlukan waktu berbulan-bulan untuk tumbuh sehingga seledri akan terkena pestisida dalam periode waktu yang lama. Tidak seperti brokoli, yang dinaungi oleh daun besar di semak-semak besar, seledri tidak terlindungi dari pestisida.

Untuk mengurangi bahaya pestisida pada seledri, belilah seledri organik atau seledri yang dijual di pasar-pasar. "Seledri yang dijual di pasar biasanya berasal dari petani kecil yang tidak mampu atau memilih untuk tidak menggunakan pestisida mahal," kata Lu.

Bisa juga menurut Environmental Working Group (EWG) untuk mencoba alternatif sayuran hijau lainnya yang lebih bersih, seperti alpukat dan asparagus, yang keduanya memiliki daya serap yang rendah terhadap pestisida.

3. Buah Persik (peach)
Untuk meningkatkan produksi, petani menggunakan pestisida pada tanaman yang rentan terhadap serangga, seperti buah persik. Buah persik berkulit sangat tipis, yang membuatnya mudah dimasuki serangga dan pestisida.

Petani ingin mencegah penyakit yang dapat mengurangi jumlah produksi buah persik dengan menggunakan pestisida. Pada bulan Agustus tahun 2009, Chicago Tribune melaporkan bahwa penyelidikan USDA menunjukkan lebih dari 50 senyawa pada pestisida didapati pada buah persik domestik maupun impor.

"Jika Anda penyuka buah persik, belilah yang organik terutama jika Anda sedang hamil atau memiliki anak yang usianya di bawah 6 tahun," kata Riederer.

Menurut EWG alternatif lain, buah yang manis dengan tekstur serupa, cobalah buah plum yang biasanya lebih sedikit menyerap pestisida.

4. Apel
Perusahaan Kimia membuat pestisida khusus untuk apel karena buah ini sangat populer dan banyak ditanam.

Untuk mengurangi bahaya pestisida pada apel, belilah apel organik lalu gosok sampai bersih dan kupas kulitnya sebelum dimakan. "Ketika membeli apel organik, jangan terlalu terpaku pada penampilan," kata Lu. Mungkin saja tidak terlihat sebagus apel biasa karena apel organik tumbuh tanpa pestisida, sehingga lebih baik untuk dikonsumsi.

5. Blueberi
Blueberi, sebagian besar tumbuh di Amerika Utara. Buah ini sangat rentan terhadap hama karena kulitnya sangat rapuh. Pestisida yang digunakan petani akan masuk ke daging buah.

"Jangan membekukan blueberi karena pembekuan akan mempertahankan pestisida. Meskipun beberapa pestisida lama-kelamaan memudar, itu tidak akan terjadi di dalam freezer," kata Lu.

Jika Anda ingin mengonsumsi bluberi, belilah dari petani lokal organik atau dari petani yang tidak menggunakan pestisida, dan cuci sampai bersih. Buah-buahan seperti blueberi dan stroberi secara umum, cenderung lebih rentan terhadap pestisida dibandingkan buah lain seperti kiwi dan pisang karena kulitnya yang tipis.

6. Paprika Manis
Paprika berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, paprika manis adalah bentuk matang dari varietas paprika hijau yang lebih pahit. Paprika manis yang sudah dewasa memerlukan waktu yang lama dan terpapar pestisida lebih banyak daripada paprika hijau.

Untuk mengurangi bahaya pestisida pada paprika manis, cobalah yang organik atau membeli dari petani pasar atau pilihlah paprika hijau.

7. Bayam
Karena daunnya tumbuh di atas tanah, bayam memiliki banyak permukaan terbuka yang akan disemprot dengan pestisida. Sehingga sulit membunuh bakteri pada bayam. Belilah bayam yang organik agar risiko pestisida saat mengonsumsi bayam dapat dicegah.

8. Buah Ceri
Buah ceri tersembunyi di balik daun untuk tetap aman dari lalat buah dan ngengat, tapi petani cenderung menggunakan bahan kimia untuk mendapatkan hasil panen yang baik. Satu-satunya cara untuk mencegah pestisida masuk melalui buah ceri adalah dengan membeli buah ceri organik.

9. Kentang
Hanya karena kentang tumbuh di bawah tanah, tidak berarti mereka aman dari pestisida "Kami menemukan pestisida di bawah tanah sayuran. Mereka mengambil itu dari daun atau tanah di sekitar mereka," kata Riederer.

Biasanya pada awal musim tanam, petani menyuntikkan pestisida ke dalam tanah. Jika petani menanam pada skala yang sangat kecil, mungkin tidak perlu banyak bahan kimia. Carilah kentang yang ditanam oleh perkebunan lokal kecil atau coba ubi jalar, yang merupakan sayuran terbersih yang telah diuji oleh EWG.

10. Anggur
Anggur lunak dan berkulit tipis sangat rentan terpapar pestisida. Untuk mengusir ngengat anggur dan hama lainnya, petani sering beralih ke pestisida. Hindarilah anggur impor, kecuali yang ditanam secara organik.
readmore »»